Ketulusan
kita tak
memiliki banyak waktu untuk merasakan dan mempelajari banyak hal, tetapi kita
diberi hikmat dan kepintaran untuk dapat menimbanya dari pengalaman orang lain.
Selama hampir 5 bulan di Papua, aku diajarkan dan ingatkan berkali-kali tentang
keikhlasan, ketulusan. Baik melalui pengalaman yang kualami sendiri maupun dari
sharing teman-teman. Kali ini adalah sepenggal kisah yang membawaku pada suatu
perenungan dalam.
Sore itu setelah mendegar cerita salah satu
saudara satu tim Fakfak, aku merinding dan tak berani membayangkan perasaannya
melewati masa pahitnya.
Saat kau akhirnya menemukan seseorang yang
memenuhi harapanmu dan kau putuskan jadikan dia tempatmu berlabuh, saat orang
yang menurutmu adalah pilihan terbaik membalas hasratmu, saat kalian akan
melangkah ke sebuah petualanang baru bersama, tetapi saat itu pula kalian
dipisahkan…..
Sembari mendengar ceritanya, bulu romaku
merinding, memposisikan diriku di tempatnya. Bagaimana ia dapat menerima bahwa
pria yang selangkah lagi menjadi imammu, harus mengambil wanita lain untuk
menjadi pendamping hidupnya? Dan hebatnya temanku tetap mendampingi sang pria
sampai hari pernikahannya, membantunya dalam segala hal dan lainnya
Kemudian, pada saat yang tepat, ia
mengingatkan pria itu bahwa dirinya telah beristri dan selayaknya menjadikan
istrinya tempat pertama untuk berbagi cerita dan harapan. Walau jauh di lubuk
hatinya ia selalu ingin mendengar cerita pria itu, ingin menjadi pelabuhan
terbaik untuknya, tetapi ia melakukan yang benar bukan sekedar yang baik
Beranjak dari sana aku belajar sesuatu Sesuatu
yang disebut ketulusan….
Tulus
menerima rencana
Tuhan Tulus melepas walau sakit adanya
Tulus keputusanNya
Tulus melakukan sesuatu tanpa harus disebut
atau diketahui orang lain…
Lalu apakah arti ketulusan?
Sesuatu yang tidak dapat kujabarkan dengan
untaian kata. Namun, satu yang ku tahu, keikhlasan akan muncul ketika hatimu
sudah benar-benar bersih dan siap, ketika sudah tidak ada lagi rasa untuk
memiliki atau mengusai hal tersebut, tidak ada hasrat untuk merasa bangga
karena kau sudah melakukan hal tersebut.
Ketulusan akan tumbuh dan keluar dengan
sendirinya, bukan dengan ucapan dan tak perlu diumumkan. Ia akan terpancar di
matamu dan tercermin di lakumu.
Dan saat hatimu tulus mungkin hanya kau dan
Tuhanlah yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar